0

IPA atau IPS?



Tadi pagi nggak sengaja terlibat pembicaraan yang cukup menarik. Dan udah lama berputar putar di otak ini, pengen aku posting di blog. Hehe

IPA ATAU IPS?
Ya, pertanyaan itu yang sering mereka lontarkan kepada saya. Hanya karna saya lebih dalam berhitung dan lemah dalam hafalan.
Saya anak ipa yang sekarang kuliah di prodi pendidikan ekonomi. Bisa dibilang he’s my savior. Kenapa pilih pendidikan ekonomi? Jujur, karna alasan saya milih prodi pendidikan ekonomi karna saya pengen kuliah. Bukan berarti saya PEDE bisa masuk pendidikan ekonomi, saya juga belajar IPS kok sebelum SNMPTN, artinya saya NGGAK PEDE kan? Oh iya, alasan saya yang sebener-benernya milih prodi ekonomi, karna biaya semesterannya lebih murah daripada IPA. Even 300ribu tapi itu sangat berarti untuk saya, karna saya tidak ingin terlalu menjadi beban untuk orangtua saya, apalagi bapak bentar lagi pensi…

Kamu sadar gak kalau kamu ngambil jatah anak IPS?
Ya, saya sadar. Dan kesadaran saya itu berimplikasi ketika menjawab pertanyaan pertama diatas. Malu. Menyedihkan. Tapi saya sadar bahwa ke-nggak-enak-an saya ini nggak boleh terus berlarut gitu aja, toh nasi udah jadi bubur. Tugas saya 5 tahun kedepan harus benar-benar saya wujudkan, mengabdi pada masyarakat. Masyarakat pasti ingin tau perubahan apa sih yang akan kita berikan. Perubahan dari orang-orang terpilih, satu diantara berjuta-juta masyarakat Indonesia. Hey! It’s a GOOD ACHIEVMENT, dude!
Soal jatah-jatahan, aku rasa itu paradigma lama. FYI, ada anak-anak IPS yang berhasil masuk kedokteran loh! Fakultas yang menjadi impian anak-anak IPA. Ada yang diambil, dan yang sangat saya sayangkan, ada yang nggak di ambil. Alasannya hanya ingin membuktikan bahwa anak IPS juga bisa di terima di kedokteran, dan setelah diterima dia buang gitu aja. Aku rasa itu bukan pilihan yang bijak, kecuali kalau alasannya karna biaya di kedokteran itu mahal aku masih bisa nerima, nah ini… Walau mungkin itu bisa membuka mata masyarakat kalau anak IPS itu nggak di bawah IPA, tapi harusnya nggak kayak gitu juga caranya ya menurut saya.

MIRIS
Miris banget, sering banget denger kayak gini:
“maklumlah dia bandel, kan anak IPS“
“jelaslah dia ngitungnya cepet, kan anak IPA“
“maklumlah dia banyak omong, kan anak IPS“
Terus? Aku cuma mau bilang, sekali lagi, kalau itu PARADIGMA LAMA, dan TAK BERDASAR.
Apa anak IPA lebih pinter daripada anak IPS? ITU PARADIGMA LAMA
Apa anak IPA lebih ‘nurut’ daripada anak IPS? ITU PARADIGMA LAMA
Apa anak IPA lebih SEGALA-GALANYA daripada anak IPS? ITU PARADIGMA LAMA

Sebentar lagi UTS, dan saya merasa terganggu dengan anggapan bahwa anak IPA itu ‘pelit’. Kamu tau kan maksud ‘pelit’ itu apa?
Kalau aku bilang nyontek itu nggak baik pasti udah BASI.
Yang mau aku sampein, ini tuh nggak ada hubungannya sama IPA atau IPS.
Ini tuh bukan ‘pelit’, tapi tanggungjawab.
Ini tuh bukan nggak setia kawan, tapi lebih dari itu.
Setia kawan itu ngasih tau yang bener sampe temen kita bisa, terus pas ujian sukses. Kalau ngasih tau pas ujian terus abis ujian temennya tetep-tetep aja ngga bisa, itu mah bukan setia kawan, tapi menjerumuskan.
Mau ngutip lagi kata-kata alfa yang sedikit aku edit hehe,

Bukan hasil UTS yang ‘bernilai’ dimata manusia yang aku harap.
Aku sadar dibanding anak-anak yang ada di kelas, aku mungkin masuk ke golongan yang kurang, kurang pengetahuan maksudnya hehe. Tapi aku nggak mau itu jadi alasan untuk ngerubah prinsip aku. BUAT APA HASIL BAGUS TAPI NGGAK BAROKAH? DARIPADA DAPET NILAI B TAPI NYONTEK, MENDING DAPET NILAI A TAPI JUJUR. HEHEHE

1 Kesulitan : 2 Kemudahan. Itu janji Allah. KENAPA MUSTI GALAU?

0 comments:

Post a Comment

Back to Top